Bismillaahirrahmaanirraahiim.
Alhamdulillah akhirnya saya bisa menulis blog lagi setelah sejak bulan Maret 08 vacuum.
Saat ini posisi Rotating Equipment Engineer sedang laris manis, seiring dengan meningkatnya harga minyak dunia. Dengan tingginya harga minyak itu memacu negara produsen minyak untuk memproduksi minyak dan gas semaksimal-maksimalnya.
Ada produsen yang reservoirnya masih berproduksi dengan mantapnya karena masih tinggi kandungan reservoirnya sehingga pressurenya masih tinggi. Namun ada pula produsen yang reservoirnya berproduksi dengan megap-megap karena reservoirnya sudah tua, ”mature” kalau kata istilah keren eufimismenya.
Dua-duanya memerlukan rotating equipment yang prima. Produsen yang mantap tadi tidak ingin kehilangan opportunity menghasilkan minyak dan gas sebanyak-banyaknya sedangkan produsen yang mature tadi tidak ingin target produksinya gagal tercapai gara-gara sumur-sumurnya yang sudah tua mati akibat compressor mati di tengah jalan.
Rotating Engineer yang sedang mencari opportunity di tengah hiruk-pikuknya “transfer pemain” harus mempersiapkan diri luar dalam. “Dalam” maksudnya adalah skill, experience, dan knowledgenya. Sedangkan “luar” adalah ia harus mengetahui lika-liku perusahaan yang ditaksirnya. Mulai dari prospek produksinya, environment kerjanya, job description yang ditawarkan, lokasi kerja, budaya kerjanya, salary and benefit, serta dampaknya terhadap keluarga.
Perusahaan-perusahaan besar biasanya memberi tanggungjawab kerja yang spesifik, misalnya cuma mengurus turbin gas maintenance saja dari segi teknis. Namun untuk perusahaan medium atau small size akan memberi tanggung jawab dari a sampai z. Jadi misalnya akan ada overhaul turbin gas, maka sang rotating engineer akan mengurus mulai dari kontraknya dengan vendor, transportasi dari site ke shop vendor sampai ke site lagi, installation, sertifikasi crane, jumlah man power, dlsb. Ini semua dirangkum dalam spec pack. Jadi, ia bertindak sebagai project manager. Ini bagus untuk rotating engineer yang ingin belajar secara general operasional. Namun, untuk Rot Eng yang sudah berpengalaman ia akan lebih memilih yang spesifik saja, di perusahaan yang besar jadinya.
Penting bagi kita untuk selalu mereposisi diri, memiliki networking yang banyak, dan membentuk brand image yang baik tentang diri kita. Ini dilakukan dengan terus mengasah profesionalisme diri dan ringan tangan membantu siapa saja. Tidak ada jaminan seseorang itu akan tetap nomor 1. Hidup ini dinamis.
Jadi targetnya adalah: employer yang mencari kita, bukan kita yang apply untuk suatu posisi job.
Semoga bermanfaat.
Kritik dan komentar serta masukan terima kasih banyak.
Wasalam
290608