Google

Startup

Selamat datang di webnya insinyur agak-agak tuli.
Terima kasih banyak Anda telah meluangkan waktu untuk berkunjung.

Rotating Engineer adalah titel profesi seorang insinyur teknik mesin dengan spesialisasi keahlian di bidang mesin-mesin berputar, misalnya turbin gas, kompresor sentrifugal, pompa sentrifugal, screw compressor, reciprocating engine, dan fin fan cooler. Seorang Rotating Engineer bertanggung jawab untuk membuat agar mesin-mesin itu dapat beroperasi dengan baik dan benar.

Blog ini berisi hal-hal yang berkaitan dengan profesi seorang Rotating Engineer. Isinya diambil dari pengalaman sehari-hari, berbagai sumber referensi, dan opini pribadi saya. Topik-topiknya dapat dilihat dengan meng-klik nama bulan yang ada di kotak "ARTIKEL" di sebelah kiri.

Diharapkan dari blog ini pembaca dapat mengambil manfaat yang sebanyak-banyaknya. Pertanyaan, diskusi, dan saran sangat saya harapkan. Bisa kontak ke saya di: rotatingengineer@gmail.com.

DISCLAIMER
Saya tidak bertanggung jawab atas segala akibat yang terjadi karena blog ini. Blog ini hanya berisi opini dan pengalaman pribadi saya saja.

Sekali lagi: terima kasih banyak.
wasalam


Kamis, 10 Desember 2009

Mercedes G-Wagen 280GE Right Front Wheel Bearings Replacement


WARNING!!!

Gambar, foto, tata letak, dan tulisan ini adalah hak milik penulis dan tidak boleh diperbanyak tanpa seijinnya, kecuali hardcopy utk pemakaian pribadi yang bukan bertujuan komersial. Penulis tidak bertanggung jawab terhadap kecelakaan, musibah, ataupun segala macam bentuk kerugian yang dikarenakan membaca atau pun mengikuti tulisan artikel ini.

SEBELUM BEKERJA:
BACALAH BASMALLAH,
PAKAI PPE YANG BENAR,AKTIFKAN HAND BRAKE.





I. Background
During driving “ngik-ngik” sound heard from front wheel, steering wheel sagging and vibrating.







II. Manual
From various references.







III. Spare Parts
1. Outer Wheel Bearing
MB P/N = 008.981.59.05
Generic P/N = LM503349+LM503310
Qty = 1 set
Made in = SKF - Germany







2. Inner Wheel Bearing
MB P/N = 008.981.62.05
Generic P/N = LM300849+LM300811
Qty = 1 set
Made in = SKF - Germany







3. Outer Bearing Seal
MB P/N = 007.997.04.47
Generic P/N = 27725
Qty = 1 ea

4. Inner Bearing Seal
MB P/N = 007.997.03.47
Generic P/N = 22834
Qty = 1 ea

5. King Pin Bearing
MB P/N = 000.981.59.05
Generic P/N = LM11949+LM11910
Qty = 2 set
Made in = Timken - USA







6. King Pin Seal
MB P/N = 460.997.00.40
Generic P/N = N/A
Qty = 2 ea

7. King Pin Cap
MB P/N = 460.332.00.33
Generic P/N = N/A
Qty = 2 ea

8. Paper Gasket
MB P/N = 460.331.00.80
Generic P/N = N/A
Qty = 1 ea
(Replaced with Loctite Grey)







9. Swipe Seal
MB P/N = 460.331.01.80
Generic P/N = N/A
Qty = 1 ea

10. Lock washer
MB P/N = 460.994.00.12
Generic P/N = N/A
Qty = 1 ea

11. Plastic seal for wheel hub.
Made from From Baby milk formula tin cover







12. WD40

13. MB Wheel Bearing Grease
Qty = 2 tubes @150 gram







14. Shell EP Grease 800 gr (one can)







15. Silicon Nipple for Wide Neck Nurser
Qty = 1 ea








IV. Tools

o Torque wrench – Britool = 50 – 250 N.m
o Ring wrench = 13 mm, 20 mm, 22 mm
o Open wrench = 18 mm, 19 mm, 20 mm, 22 mm
o Socket Wrench = 27 mm, 24 mm, 22 mm, 20 mm, 19 mm,
o Pliers
Gambar 4.1. Some tools
o Hammer
o Chisel
o Drip
o Grease Pump
o Wooden Block
o Newspaper
o Tissue
o Cloth
o Rubber Hand gloves
o Leather Hand gloves
o Multi tools
o Long pipe
o Impact screwdriver
o Puller tracker
o Wire brush Kuningan kecil/sikat gigi bekas.
o Lampu senter
o Pembuka ban sepeda motor








V. Working Description

Sebelum kita memulai mengganti bearing roda depan, sebagai ilustrasi awal berikut ini adalah gambar tampak dalam susunan komponen roda depan Mercedes Gelandewagen 280GE:




















Gambar 5.1. Susunan komponen roda depan 280 GE


























Berikut adalah tahap-tahap urutan pekerjaan yang dilakukan untuk mengganti bearing roda depan Gelandewagen 280GE.

























1. Persiapkan dongkrak botol dan jack stand.












Alas dongkrak dan jack stand dengan lebaran triplek agar lantai tidak rusak.



































2. Kendurkan semua wheel lug bolt dengan kunci socket dan dibantu dengan pipa.


























































3. Posisikan dongkrak dan jack stand tepat di












bawah gardan.












Sebelum mulai mendongkrak, putar baut dongkrak searah thawaf sehingga baut itu bergerak naik sebanyak 3-4 ulir. Hal ini berguna utk memudahkan kita mengeluarkan dongkrak dari bawah garden saat selesai. Jack stand berfungsi sebagai pengaman cadangan jika dongkrak gagal berfungsi saat kita sedang bekerja. Jika ada dongkrak buaya bisa dipasang juga sbg pengaman.




























4. Kebetulan G-Wagen saya dilengkapi dengan












wheel spacer.












Lumasi baut wheel spacer dengan WD40 untuk mempermudah membukanya dan mencegah ulir baut rusak/dol.












































5. Pasang 2 wheel lug bolts pada posisi saling












berseberangan sekitar 180 derajat. Posiskan balok kayu sedemikian hingga saat kita memutar socket wrench wheel hub tidak ikut berbutar.






























WARNING!

























HATI-HATI SAAT MEMUTAR BAUT SPACER YANG KERAS JANGAN SAMPAI MENYEBABKAN DUDUKAN DONGKRAK TERPELESET.







6. Lumasi baut mounting rumah caliper












rem depan dengan WD40. Kendurkan dengan kunci ring 22 mm (atas) dan 20 mm (bawah)
























7. Kendurkan securing spring clip dari brake line fitting.













Ini akan memberikan keluwesan bagi tubing rem saat kita membuka hose fitting rem dan rumah caliper.













8. Buka baut mounting plate dengan kunci ring 17 mm.






































9. Dengan hati-hati, lepaskan caliper rem dari cakram.












Ikat caliper dengan tali atau kawat yang kuat.













Jangan sampai hose rem patah, peyot, atau bocor.








10. Baut kingpin atas sudah dilepas dan












cakram setelah kalipernya dilepas.





































































































11. Buka baut positioning caliper dengan kunci ketok.
























Sebelum ngetok, periksa dulu arah setelan kunci ketok, harus setelan mutar tawaf (ngendurkan).
























Hati-hati jangan sampai kepala bautnya hancur/rusak.

























































12. Buka hub cap dengan obeng min.


























Congkel secara bertahap dari 2 atau 3 sisi yang berseberangan.

































13. Amati sisa grease yang ada di dalam cap

























dan perhatikan bibir cap apakah masih






bagus dan bisa menutup rapat lubang hub roda.







14. Perhatikan dan ingat urutan susunan slotted hub nut. Buka hub nut dengan terlebih dulu membengkokkan lock washer (mur matahari). Putar nut searah tawaf.
























15. Buka king pin atas.































16. Sebelum membuka castle nut tie rod, ganjal rod dengan jack stand. Kendurkan castle nut dan lepaskan tie rod dari arm-nya dengan pembuka tie-rod.


















17. Cabut hub roda depan.







































































18. Keluarkan shaft roda depan dg CV-nya.






































































































































19. Kendurkan baut king pin bawah. Cabut swivel housing dengan cara menariknya ke arah serong bawah.
















































































































































































































































































20. Bersihkan swivel ball. Bila perlu gunakan amplas besi halus. Terutama di bagian ball yang akan kontak dengan seal Teflon warna kuning gading (swipe seal).
















































































































































































































































































21. Keluarkan outer race king pin bearing atas bawah dari swivel ball dengan menggunakan kunci soket ukuran 27 mm.
















































































































































































































































































22. Bersihkan shaft roda depan. Terutama di bagian CV joint dari grease yang lama.
















































































































































































































































































23. Bersihkan spline gear dan ulir nut shaft roda dari kotoran dan grease bekas. Gunakan sikat gigi bekas atau wire brush kuningan. Periksa kalau ada yang cacat. Setelah bersih lumasi dengan WD40 atau grease baru atau oli baru.
















































































































































































































































































24. Bersihkan spline gear shaft roda dari kotoran dan grease bekas. Periksa kalau ada yang cacat. Setelah bersih lumasi dengan WD40 atau grease baru atau oli baru.
















































































































































































































































































25. Bersihkan permukaan shaft roda yang kontak dengan cardan oil sealdari kotoran dan grease bekas. Periksa kalau ada yang cacat atau gores. Setelah bersih lumasi dengan WD40 atau grease baru atau oli baru.
















































































































































































































































































26. Bersihkan swivel housing terutama di: bearing seat, seal bearing seat, kingpin bearing seat, lubang baut, grease fill hole, mating surface, dan daerah penampungan grease.
















































































































































































































































































27. Gunakan balok kayu untuk memasang outer wheel bearing outer race ke dalam wheel hub housing. Ketok balok kayu dengan extension bar ½ inch atau martil.
















































































































































































































































































28. Oleskan MB bearing grease secara merata sampai ke sela-sela terdalam sambil diputar-putar, namun jangan berlebihan greasenya.
















































































































































































































































































29.
















































































































































































































































































30. Oleskan Loctite di seal cap agar kedap air, kemudian setelah itu, pasang seal kingpin bearing atas bawah, masukkan outer race king pin bearing. Gunakan rubber mallet/bronze hammer, atau kombinasi antara palu besi dengan balok kayu. Sambil diketok amati bibir outer race masuk sama rata ke swivel ball.
















































































































































































































































































31. Pasang inner bearing seal dengan menggunakan outer race outer bearing sebagai toolnya. Lapisi inner seal dengan kain atau kertas tisu agar tidak cacat dan kotoran dari balok kayu tidak masuk ke seal.
















































































































































































































































































32. Masukkan outer seal ke wheel hub housing dengan menggunakan kepala mandrel. Hati-hati jangan sampai membuat lecet atau rusak karet seal.
















































































































































































































































































33. Oleskan MB bearing grease secara merata sampai ke sela-sela terdalam sambil diputar-putar, namun jangan berlebihan greasenya. Masukkan grease ke rongga/celah antara inner dan outer wheel bearing.
















































































































































































































































































34. Bersihkan CV dari bearing yang lama, kemudian lumasi CV dengan MB grease sampai ke celah-celah terdalam. Masukkan shaft roda depan sambil diputar sampai terasa gear spline-nya masuk ke pasangannya di differensial. Pasang king pin bearing cap.
















































































































































































































































































35. Pasang swivel housing ke cardan. Hati-hati jangan sampai kingpin bearing cap bergeser, sambil dimasukkan kingpin. Saya bukan superman, jadi perlu bantuan dongkrak buaya untuk memposisikan swivel housing-kingpin atas-kingpin bawah.
















































































































































































































































































36. Pasang karet swivel. Arah chamver-nya jangan sampai terbalik. Chamver harus searah dengan bulatan swivel ball.
















































































































































































































































































37. Belahan ring swivel yang berlubang-lubang posisikan di posisi pukul 12. Belahan ring swivel yang diameternya terkecil posisikan di pukul 6. Kencangkan bautnya sampai 20-25 N.m








































































































































1. outer gasket/ring swivel terluar
2. gasket kertas (saya ganti dengan Loctite)








































































































































3. seal karet kuning/ball gasket (full)
4. Inner gasket holder
















































































































































































































































































38. Saya gunakan karet dot botol susu anak saya sebagai pengganti rubber cap seal tie rod.
















































































































































































































































































39. Sebelum memasang baut tie rod ke king pin arm, 2 buah baut mounting steering stabilizer/hock absorber harus dilepas dulu agar tie rod arm (warna orange) bisa diangkat sedikit sehingga baut tie rod bisa masuk ke king pin arm. 20-25 N.m. Castle nut 90-100 N.m.
















































































































































































































































































40. Oleskan Loctite sealant di kingpin dan swivel ring.
















































































































































































































































































41. Kencangkan baut kingpin 170-190 N.m.
















































































































































































































































































42. Tambahkan grease ke swivel ball melalui plug sebanyak 800 gram.
















































































































































































































































































43. Masukkan slotted nut ke ulir shaft roda depan. Permukaan slotted nut yang flat/rata menghadap ke luar (pemasang), permukaan yang tirus menghadap ke dalam.Kencangkan slotted nut sampai 200 N.m sambil hub diputar. Ini agar masuknya benar. Kemudian kendurkan slotted nut. Kemudian kencangkan sekencang-kencangnya dengan tangan biasa. Setelah itu, kendurkan sebanyak 1/8 – 1/6 putaran. Cek bearing endplay = 0.02 mm – 0.04 mm.
















































































































































































































































































44. Masukkan lock tab washer ke shaft roda. Alat bantu yang digunakan adalah kunci soket dan martil.
















































































































































































































































































45. Masukkan lock tab washer sampai menyentuh slotted nut secara merata dan rapat.
















































































































































































































































































46. Pasang slotted nut terluar samapai 200 N.m. Bengkokkan tab ke dalam slot dari nut.
















































































































































































































































































47. Beri Loctite sealant agar air tidak masuk ke dalam cap.
















































































































































































































































































48. Pasang wheel cap dengan bantuan balok kayu yang dipukul pakai martil agar masuknya rata dan wheel cap tidak rusak terpukul martil.
















































































































































































































































































49. Pasang kembali cakram rem. Jangan lupa memasang kembali securing bolt cakram dengan obeng ketok. dan caliper rem depan. Hati-hati selang minyak rem jangan sampai bocor atau rusak.
















































































































































































































































































50. Kencangkan mounting bolt caliper rem dengan torsi berikut:
250-280 N.m = M16x1.5190-220 N.m = M14x1.5
















































































































































































































































































51. Pasang kembali mounting plate selang rem dengan cara melepas 2 buah baut kingpin. Setelah mounting plate terpasang, kencangkan kembali baut kingpin sampai 170-190 N.m.
















































































































































































































































































52. Pasang kembali klip spring dengan diketok pakai extension wrench.
















































































































































































































































































53. Pasang kembali wheel hub spacer dan bautnya. Torque sampai 185 kg.m. Kencangkan secara berselang seling/loncat 2 baut.
















































































































































































































































































54. Pasang roda ke rotor/hub roda depan.
















































































































































































































































































55. Pasang baut roda, kencangkan dengan tangan Yakinkan permukaan roda terikat dengan rata.
















































































































































































































































































56. Turunkan dongkrak. Torque baut roda bertahap sampai 185 N.m secara bersilangan/loncat 2 baut.

















































































































































































































































































VI. Finding Result
















































































































































































































































































Gambar 6.1.
Broken outer wheel bearing @ rollers
















































































































































































































































































Gambar 6.2.Broken roller and outer bearing seal spring ring
















































































































































































































































































Gambar 6.3.Gejala berkarat di wheel cap. Menandakan adanya air.
















































































































































































































































































Gambar 6.4. Broken CV Rubber Boot
















































































































































































































































































Gambar 6.5.Pitting at outer bearing inner race. Bisa jadi diakibatkan karena fatig atau pun karena greasenya mengandung water.
















































































































































































































































































Gambar 6.6.Pitting at outer bearing outer race. Bisa jadi diakibatkan karena fatig atau pun karena greasenya mengandung water.
















































































































































































































































































Gambar 6.7.High temp-overload-lack of lubrication sign at inner bearing outer race.































































































































































































































































































































































































































































































































































































































Gambar 6.8.Odd pattern at inner bearing inner race. Kemungkinan terbentuk saat outer bearing gagal dan terjadi getaran di shaft roda.














































Gambar 6.9. Replaced parts















































VII. Discussion
Diperlukan kewaspadaan dan cukup waktu untuk melakukan trial run 280GE ini agar kita benar-benar yakin tidak ada lagi kerusakan yang kritikal saat dipakai.
Sejarah riwayat pemakaian (maintenance, kerusakan, dan parts replacement) mobil tidak diketahui karena ini mobil bekas yang telah berumur 20 tahun dan telah berpindah-pindah tangan lebih dari 2 pemilik menyebabkan butuh waktu yang agak panjang untuk trial run. Alhamdulillah selama trial run bisa ketahuan ada getaran dan bunyi aneh dari roda depan.

VIII. Future Advice
Lengkapi tools: mallet karet, drift kuningan, jaw socket untuk slotted nut, mandrel untuk memasang outer bearing seal, dial gage untuk cek endplay. Harus rutin cek grease di roda. Serta steering absorber harus diganti agar saat nyetir tidak terasa getar saat melewati jalan berbatu dan agar komponen steering awet.

































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































































Minggu, 12 April 2009

The Most Common Mistake Made in RCM

In 1978 F. Stanley Nowlan and Howard F. Heap released a United Airline study that contained a new methodology called Reliability Centered Maintenance (RCM). This methodology quickly became the gold standard for risk assessment and risk management.

As the years progressed, two major improvements happened:
1) Improvements in the use of advanced statistics to analyze machinery failure patterns shed new light on the nature of how machinery fails, and
2) Advancements in computer technology produced extremely powerful inspection methods that changed the face of assessing a component’s condition.

Very few practitioners of RCM kept up with either of these changes, and as such, the development of a comprehensive and efficient equipment maintenance plan (EMP) became a resource-consuming process.

The core of RCM Analysis lies in the answer to seven questions.

1. What are the functions and associated desired standards of performance of the asset in its present operating context (functions)?
2. In what ways can it fail to fulfill its functions (functional failures)?
3. What causes each functional failure (failure modes)?
4. What happens when each failure occurs (failure effects)?
5. In what way does each failure matter (failure consequences)?
6. What should be done to predict or prevent each failure (proactive tasks and task intervals)?
7. What should be done if a suitable proactive task cannot be found (default actions)?”

Note question number six - inspection techniques that adequately identify defects during normal operation are preferred over those that require downtime. Less invasive is preferred to more invasive. This is one of the fundamental concepts of any well-defined maintenance strategy. It is a bit ironic that RCM prefers inspections during operations (the use of Condition Monitoring techniques) and it is this category that most faithful RCM facilitators have traditionally overlooked or misunderstood.

Example: It is not uncommon for an RCM facilitation to result in Vibration Analysis or Ultrasonic Analysis as the primary strategy for determining an inadequate lubrication fault on a rolling element bearing. Some of these same RCM analyses have resulted in all lubrication tasks being replaced by “on-condition lubrication”. This is incorrect. While it is true that either of these two technologies can easily detect high frequency noise coming from an inadequately lubricated rolling element bearing, using either of these technologies to alert you to when a bearing needs lubricating is damaging to the bearing, and therefore, an incorrect strategy. The high frequency noise comes from metal to metal contact as a result of an insufficient lube film, therefore when you hear the noise, metal to metal contact is already happening and irreparable damage has already occurred. The point of a lubrication strategy is to prevent this metal-to-metal contact from ever occurring. The correct strategy is to lube the bearings on a time-based interval with a properly designed and formatted procedure by a trained and qualified lubrication technician.

By Andy Page, CMRPGP Allied